Skip to content

“PERCOBAAN SACHS”

DISUSUN OLEH:

DHIAN NOVITASARI (03)

OCTAVIANI SIH KUMALA (19)

RIZKI AGENG MARDIKAWATI (25)

KELAS XII RSBI 1

 

SMA NEGERI 1 WONOGIRI

TAHUN 2010

“Percobaan Sachs”

  1. TUJUAN

Membuktikan bahwa dalam proses fotosintesis terjadi pada tumbuhan yang berklorofil memerlukan cahaya matahari dan menghasilkan amilum.

  1. DASAR TEORI

 

Fotosintesis adalah salah satu contoh dari proses Anabolisme. Fotosintesis : Peristiwa penyusunan zat organik (gula)  dari zat anorganik (CO2 dan H2O) dengan pertolongan energi cahaya.  Karena bahan baku yang digunakan adalah CO2 (zat karbon) maka fotosintesis dapat pula disebut asimiliasi karbon. Proses pembuatan makanan pada tumbuhan hijau dapat terjadi dengan bantuan:

  • sinar matahari,
  • air,
  • garam mineral yang diserap,
  • karbondioksida dari udara diubah menjadi zat makanan.

Fotosintesis merupakan sintesis yang memerlukan cahaya (fotos = cahaya; sintesis = penyusunan atau membuat bahan kimia). Fotosintesis adalah peristiwa pembentukan karbohidrat dari karbondioksida dan air dengan bantuan energi cahaya matahari. Secara sederhana, reaksi fotosintesis yang melibatkan berbagai enzim dapat dituliskan sebagai berikut:

                                    Sinar Matahari

6CO2 + 6H2O —————————à C6H1206 + 6O2

                                    Klorofil

Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel plastida yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman yang disebut palisade atau jaringan tiang dan sel-sel jaringan bunga karang yang disebut spons.

Kloroplas tersusun atas bagian-bagian sebagai berikut:

a) Stroma ialah struktur kosong di dalam kloroplas, merupakan tempat glukosa terbentuk dari karbondioksida.

b) Tilakoid ialah struktur cakram bertumpuktumpuk, yang terbentuk dari pelipatan membran dalam kloroplas, dan berfungsi menangkap energi cahaya dan mengubahnya menjadi energi kimia.

c) Grana ialah selubung tangkai penghubung tilakoid.

Klorofil merupakan pigmen utama yang terdapat pada tumbuhan yang berfungsi menyerap cahaya radiasi elektromagnetik pada spektrum kasat mata. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. Klorofil a mampu menyerap cahaya merah dan biru keunguan. Klorofil a sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Sedangkan, klorofil b merupakan klorofil yang mampu menyerap cahaya biru dan  merah kejinggaan. Di dalam kloroplas, selain klorofil juga terdapat pigmen karotenoid, antosianin, dan fikobilin. Jadi, hanya tumbuhan yang dapat melakukan fotosintesis karena mengandung kloroplas pada daunnya. Oleh karena itu, tumbuhan merupakan produsen makanan (karena dapat menghasilkan makanan dengan bantuan cahaya matahari), dan disebut juga organisme autotrof (auto = sendiri; trophic = makanan), yaitu organisme yang dapat membuat makanan sendiri.

 

            Percobaan yang Berhubungan dengan Fotosintesis

 

  1. 1.      Ingenhousz

            Orang pertama yang melakukan penelitian adalah Jan Ingenhousz. Ia memasukkan Hydrilla verticillata dalam bejana yang berisi air. Bejana ditutup dengan corang terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air sampai penuh. Bejana tersebut diletakkan di terik matahari, kemudian muncul gelembung udara dari tumbuhan itu. Gelembung idara tersebut menandakan adanya gas yaitu oksigen. Ingenhousz menyimpulkan bahwa fotosintesis menghasilkan oksigen.

 

  1. 2.   T.W Engelmann

            Ia melakukan percobaan dengan menggunakan alga spirogyra. Hanya kloroplas yang terkena cahaya yang mengeluarkan oksigen. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya bakteri yang berkerumun di bagian kloroplas yang terkana cahaya. Sehingga disimpulkan bahwa:

  1. Fotosintesis dilakukan oleh kloroplas
  2. Kloroplas hanya berfotosintesis jika terkena cahaya.

 

  1. 3.   J.V. Sachs

            Ia membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum. Caranya, daun dibungkus kertas timah dan dibiarkan terkena cahaya matahari sejak pagi hingga sore. Kemudian daun tersebut direbus untuk mematikan sel-selnya. Kemudian daun tersebut dimasukkan dalam alcohol agar klorofilnya larut dan daun menjadi pucat. Kemudian ditetesi dengan iodine, sehingga bagian yang pucat tetap pucat sedangkan yang tidak tertutup berwarna biru kehitaman. Warna tersebut menandakan bahwa di daun terdapat amilum.

 

  1. 4.   Robert Hill

            Hill membuktikan bahwa energi cahaya untuk memecah air (fotolisis), disebut reaksi terang yang terjadi di grana.

 

  1. 5.      Blackman

Blacman membuktikan bahwa reduksi karbon dioksida oleh H2 tanpa keterlibatan langsung dari cahaya, disebut reaksi gelap yang terjadi di stroma.

 

  1. ALAT DAN BAHAN

 

  • gelas kimia kecil
  • kertas isap
  • gelas kimia besar
  • pinset
  •  kerta timah
  • tumbuhan hijau
  • ampu spirtus
  • air
  •  kaki tiga dan kasa
  • akohol 70%
  • pipet
  •  larutan iodium/ lugol

 

 

  1. CARA KERJA

1.      Menutup sebagian daun berwarna hijau dengan kertas timah (kertas yang tidak tembus cahaya) pada pagi hari kurang lebih pukul 06.00

2.      Membiarkan daun terkena sinar matahari sampai beberapa jam.

3.      Memetik  daun itu lalu mencelupkannya ke dalam air mendidih sampai daun tersebut layu kurang lebih 13 menit

4.      Mengambil  daun itu lalu memasukkannya ke dalam alkohol mendidih kurang lebih 7 menit sehingga daun menjadi pucat (hilang semua klorofilnya).

5.      Kemudian mencuci daun itu dengan air bersih , lalu mengambil dan meletakkannya dengan posisi mendatar di atas kertas isap.

6.      Menetesi  daun itu dengan larutan Iodium/lugol

7.      Mengamati perubahan warna yang terjadi

 

  1. HASIL PENGAMATAN

No

Pengamatan

Warna daun

Daun Jeruk

( ½  bagian ditutupi kertas timah)

Daun Bunga

(tidak ditutupi kertas timah)

Daun Kecil

(ditutupi kertas timah)

1

Sebelum direbus

Hijau

Hijau

Hijau

2

Direbus air

Hijau Pucat

Hijau pucat

Hijau pucat

3

Direbus alcohol

Putih

Putih kehijauan

putih

4

Ditetesi lugol

½ Biru kehitaman, ½ lainnya kecokelatan

Biru kehitaman

Cokelat kehitaman

 

  1. GAMBAR PENGAMATAN

                        

Air direbus +/- 13 menit                                            merebus daun sampai layu

     

                                              Proses perebusan daun

          

alkohol dididihkan, daun dimasukkan, klorofil larut

 

Daun di kertas isap dan ditetesi lugol. Pada daun yang tidak ditutup daunnya, warna berubah menjadi biru kehitaman, sedangkan yang ditutupi dengan kertas timah, warna agak kecokelatan saja.

  1. PERTANYAAN

1.      Apa tujuan daun dimasukkan dalam air mendidih?

2.      Apa tujuan daun direbus dalam alkohol?

3.       Apa fungsi lugol pada percobaan ini?

4.       Jelaskan hubungan fotosintesis dengan perubahan warna pada daun setelah ditetesi lugol?

 

  1. JAWABAN

1.      Tujuan dari daun dimasukkan dalam air  mendidih adalah agar daun tersebut layu (sel-selnya mati) dan mudah dilarutkan klorofinya jika dimasukkan dalam alkohol.

2.      Tujuan dari daun yang direbus dalam alkohol adalah agar klorofilnya larut.

3.      Fungsi lugol dari percobaan ini adalah sebagai indicator apakah suatu zat mengandunga amilum atau tidak.

4.      Hubungan fotosintesis dengan perubahan warna pada daun setelah ditetesi lugol adalah :

  1. KESIMPULAN

Dalam proses fotosintesis, dihasilkan amilum/ karbohidrat. Daun yang sebagian dibungkus kertas timah dibiarkan terkena cahaya matahari sejak pagi hari dan dipetik di sore hari, daun tersebut kemudian direbus untuk mematikan sel-selnya, selanjutnya daun tersebut dimasukkan ke dalam alkohol agar klorofilnya larut sehingga daun tersebut menjadi pucat. Saat itu daun ditetesi iodin, bagian yang sebelumnya tertutup oleh kertas timah tetap pucat, sedangkan yang tidak tertutup warnanya menjadi biru kehitaman. Warna biru kehitaman menandakan bahwa di daun tersebut terdapat amilum, karena iodin/ lugol adalah indikator suatu zat mengandung amilum atau tidak. Bagian daun yang ditutupi tidak menjadi biru kehitaman sebab pada siang harinya tidak terjadi proses fotosintesis sehingga otomatis bagian tersebut tidak menghasilkan amilum.

We Proud of You, Indonesia

What do you think firstly when you hear the word “Indonesia”? A nice country with it’s  beautiful islands? A beautiful country with it’s culture? Or A prosperous country but many of people in that country still being a poor ones?  A country with bad label because of it’s high corruptions? A country that have so many people but they are lazy and they don’t make the country become a forward country?

Yeah. There are so many opinions about our beloved country, Indonesia. Many people describe the good things about Indonesia. But, in the other hand, there are many people that also mention the badness of Indonesia. It is our task as the young generation: make the people Indonesia love their country, whatever it like. Make a society that love their country from their deepest heart, not only with their heart but also receive the country with logical think, with see the positive object, and delete the negative image of it. Not only because they’re Indonesian but also they feel and realize that they’re 100% Indonesian.

I love Indonesia whatever it like. Although I’m only support the positive sides of it. Although there are so many issues that spread around us that Indonesia has a bad label. Although Indonesia is famous with it’s high corruption. Although there are so many cases in Indonesia, like a dispute with Malaysia. Although many people in Indonesia, include the other young generation who don’t love Indonesia. Although they aren’t proud with their own country. But, I’ll underline my statement that: I REALLY LOVE AND PROUD OF MY COUNTRY, INDONESIA. Friends, we are the young generation of Indonesia! We are the expected generation. We are as the young generation are agent of change! Let’s make Indonesia better and better. Let’s make our beloved country face the beautiful future and it start from us. If not us as the young generation, who will? If not now, when???

Indonesia is a develop country. It has so many potencies that have already to develop. Look around us, the forest, the oil, the plants, the beautiful views. A lot of people around us that always show their smiles, and because of that Indonesia is famous with it’s friendly persons. Indonesia, our hometown, our place of birth. We were born here, we grow here, and we live here. There are no reason for us to hate Indonesia. Then, look the people of Indonesia. It’s young generation. Energic, Smart, and talkative. The world Olympiads often won by the Indonesian. The World Robotic competition and a lot of world class competitions. So??

If there are people that still judge Indonesia with bad label, we must say: We’ll change it to be better. If there are people of Indonesia that still say the badness of Indonesia, we must say : STOP!! We’ll make Indonesia face a good future. If there are people of Indonesia and they still don’t love and proud with Indonesia, we must say : Hey!! You’re an Indonesian, aren’t you?? So, if you don’t proud with your own countries, who will??

For the conclusion, I’ll stress you all again. A country will develop or not, it depends on it’s young generation. If we love Indonesia, we must get it! Study and develop our beloved country then make it be the number one. And at last, let’s cheer proudly and loudly: WE LOVE INDONESIA!! WE PROUD OF YOU, INDONESIA!!!

 

Pengaruh Radiasi Monitor komputer Terhadap Kesehatan Mata

Oleh:
Rizki Ageng Mardikawati
11302241036
Pendidikan Fisika A
Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Yogyakarta

PENDAHULUAN
Aktivitas sehari-hari Pelajar tidak akan pernah lepas dengan benda-benda elektronik untuk menyelesaikan tugas dan kewajibannya. Tak terkecuali komputer dan laptop. Tak jarang ditemui, banyak Pelajar yang menghabiskan waktunya di depan layar monitor komputer atau laptop, baik untuk mengerjakan tugas, internet, atau melakukan hal-hal lainnya seperti bermain game, mempelajari aplikasi baru, dan membuat desain. Bukan hanya pelajar level tinggi setingkat mahasiswa, namun anak-anak TK dan SD pun kini sudah mahir dan terampil menggunakan komputer atau laptop.
Disadari atau tidak, ternyata berlama-lama di depan layar komputer atau laptop memberikan dampak tertentu. Dibalik tampilan berwarna-warni yang disajikan di monitor ternyata menyimpan sejuta pengaruh yang disebut dengan radiasi. Dengan tampilan menggunakan berbagai macam spectrum warna, alat elektronik ini memberikan efek radiasi yang lebih besar daripada layar alat elektronik yang hanya terdiri dari dua warna saja, contohnya televisi hitam putih yang tenar pada beberapa tahun yang lalu.
Salah satu organ yang berpotensi untuk terkena dampak radiasi ini adalah mata. Mata adalah salah satu organ yang penting dalam tubuh, karena dengannya kita bisa melihat berbagai macam benda untuk membantu kelangsungan hidup. Adanya kemajuan teknologi memang bagus, namun selalu ada dampak negative yang ditimbulkan. Berlama-lama di depan layar komputer atau laptop kini menjadi sebuah hal yang biasa, dan tidak ada seorangpun yang mengatakan bahwa mereka jenuh atau bosan menatap layar komputer. Hal ini disebabkan karena adanya berbagai aplikasi dan program yang selalu menarik hati.
Sehingga, mata lah yang menjadi korban. Batin mungkin senang, dan jiwa mungkin merasa puas. Berlama-lama di depan monitor laptop/komputer membuat mata menjadi merah, mata kelelahan, sakit, bahkan menyebabkan minus, dan lain sebagainya. Hal yang memprihatinkan memang, saat melihat ada anak usia TK sudah memakai kacamata karena terlalu banyak menatap layar komputer atau laptop.
Radiasi Monitor
Ada berbagai macam radiasi di bumi ini. Berdasarkan adanya ionisasi atau tidak adanya ionisasi, radiasi dibedakan menjadi dua. Pertama, radiasi yang tidak menimbulkan ionisasi, antara lain sinar infra merah, sinar ultraviolet, dan gelombang ultasonik. Sedangkan radiasi yang dapat menimbulkan ionisasi, antara lain sinar alpha, beta, gamma, sinar-X, dan proton.
Dalam rumus fisika, kita mengenal adanya persamaan energi radiasi, yaitu E= h/f , dengan E adalah Energi raduasi, h adalah konstanta Planck dan f adalah frekuensi. Hal yang tampak dari persamaan ini adalah Energi radiasi berbanding terbalik dengan frekuensi. Karena f= c/panjang gelombang, maka energi radiasi pun berbanding terbalik dengan oanjang gelombang. Itu artinya semakin pendek panjang gelombang yang dihasilkan, maka energi radiasi makin besar dipancarkan.

Cara Mengurangi Dampak Radiasi Komputer atau Laptop
Ada permasalahn, tentu saja ada solusinya. Begitu juga dengan masalah radiasai yang ditimbulkan oleh komputer atau laptop terhadap mata. Berikut beberapa tips dari berbagai sumber.
1. Pilih Monitor dengan Radiasi rendah
Contohnya, monitor LCD atau LED memiliki radiasi yang lebih rendah daripada monitor tabung/ CRT
2. Pencahayaan Ruangan
Ruangan yang anda gunakan harus mempunyai pencahayaan ruangan yang terang dan tidak gelap, cari ruangan yang mempunyai jendela sehingga cahaya matahari cukup menerangi ruangan anda (untuk penggunakan siang hari) sedangkan pada malam hari gunakanlah lampu penerangan yang terang sehingga mata tidak cepat lelah.
3. Setting Pencahayaan Monitor Komputer
Aturlah contrast dan brightness komputer anda sehingga mata terasa nyaman saat menggunakan komputer.
4. Kacamata
Sekarang beberapa perusahaan telah membuat lensa yang bagian atasnya dirancang untuk melihat komputer, sedangkan bagian bawahnya untuk membaca.
5. Kontak Lensa
Untuk pengguna Kontak Lensa, bisa menggunakan kontak lensa generasi baru yang terbuat dari silicon hydrogel. Silikon ini memungkinkan daya transmisi lebih tinggi dibanding jenis lainnya.
6. Waktu Menggunakan Komputer
Ini juga sangat berpengaruh sekali pada mata anda. Saat anda bekerja dibelakang komputer setelah beberapa lama anda terfokus pada monitor sesekali alihkan pandangan anda kearah lain. Dan usahakan setelah lama menggunakan komputer bawalah istirahat sejenak ini baik bagi mata anda serta tubuh anda juga tentunya.
7. Memasang filter pada monitor komputer/ laptop, sehingga radiasi tidak mencapai mata.

Syahrul Humaidi. 2005. Dampak Radiasi Monitor Komputer. Diakses dari http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1885/1/fisika-syahrul2.pdf pada hari Selasa, 3 April 2012 pukul 05.10 WIB
Diakses dari http://pinangbabaris.blogspot.com/2011/11/bagaimana-cara-mengurangi-dampak.html [ada hari Selasa, 3 April 2012 pukul 05.30 WIB

PRAKTIKUM PENGANTAR LISTRIK MAGNET OPTIKA : HUKUM OHM

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM

PENGANTAR LISTRIK MAGNET DAN OPTIKA

HUKUM OHM

 Image

 

 

 

 

 

Oleh:

KELOMPOK 1-B

Rizki Ageng Mardikawati

11302241036

Pendidikan Fisika Subsidi

 

PRODI PENDIDIKAN FISIKA/JURUSAN PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA

2012

PERCOBAAN FDII-05

HUKUM OHM

 

  1. A.    TUJUAN PERCOBAAN

Setelah akhir kegiatan diharapkan mahasiswa dapat :

  1. Menunjukkan cara pengukuran tegangan listrik
  2. Menunjukkan cara pengukuran arus listrik
  3. Mengiterprestasikan grafik hubungan tegangan dan arus listrik
  4. Menentukan besar hambatan suatu penghantar

 

  1. B.     ALAT DAN BAHAN
    1. Soket Panel
    2. Panel Hukum Ohm
    3. Kabel Penghubung
    4. Voltmeter (V)
    5. Amperemeter
    6. Potensio
    7. Sumber tegangan

 

  1. C.    DASAR TEORI

Kuat arus listrik yang mengalir dalam suatu penghantar (hambatan) besarnya sebanding dengan beda potensial (tegangan) antara ujung-ujung penghantar tersebut. Pernyataan tersebut dapat dituliskan:

 

 

Jika kesebandingan tersebut dijadikan persamaan, dapat dinyatakan sebagai:

 

Atau     

Dengan:

I = Kuat Arus yang mengalir dalam penghantar (Ampere)

R= Tetapan yang disebut hambatan (Ohm)

V= Beda potensial (tegangan) kedua ujung penghantar (Volt)

Faktor pembanding (R) besarnya tetap/ tertentu untuk suatu penghantar tertentu.  (Tim Fisika Dasar, 2012: 9)

Grafik hubungan tegangan terhadap kuat arus:

 

 

 

 

 

 

Dalam studi mengenai konduktor dalam elektrostatik, ada argumen bahwa medan listrik di dalam konduktor pada kondisi kesetimbangan elektrostatis harus nol. Jika tidak demikian, muatan-muatan bebas di dalam konduktor akan bergerak. Misalkan, situasi dimana muatan bebas memang bergerak dalam konduktor. Artinya, konduktor tidak berada pada kesetimbangan elektrostatik. Arus di dalam konduktor dihasilkan oleh medan listrik di dalam konduktor ketika mendesakkan gaya pada muatan-muatan bebas. Karena medan E searah dengan gaya pada muatan positif, dan karena arah arus merupakan arah aliran muatan positif, maka arah arus searah dengan medan listrik.

 

Gambar di atas memperlihatkan suatu segmen kawat dengan panjang  dan penampang lintang A yang membawa arus I. Karena arah medan listrik dari daerah potensial lebih tinggi kedaerah potensial lebih rendah, potensial pada titik a lebih besar daripada titik b. Asumsikan bahwa  cukup kecil sehingga kita bisa menganggap medan listrik yang melintasi segmen adalah konstan. Bada potensial  antara titik a dan b adalah:

 

Untuk kebanyakan material,

Arus dalam suatu segmen kawat sebanding dengan beda potensial yang melintasi segmen.

 

Hasil eksperimental ini dikenal sebagai Hukum Ohm. Konstanta kesebandingannya ditulis , dimana R disebut resistansi.

 

Atau

 

Persamaan tersebut memberikan suatu definisi umum dari resistansi antara dua titik. Satuan SI untuk resistansi, volt per ampere, disebut Ohm

 

Resistansi suatu material bergantung pada panjang, luas penampang lintang, tipe material, dan temperatur. Untuk material-material yang mematuhi hukum Ohm resistansi tidak bergantung pada arus, yaitu perbandingan Resistansi suatu material bergantung pada panajng, luas penampang lintang, tipe material, dan temperatur. Untuk material-material yang mematuhi hukum Ohm resistansi tidak bergantung pada arus, yaitu perbandingan  tidak bergantung pada . Material seperti ini, seperti pada kebanyakan logam, disebut material ohmik. Untuk material Ohmik, tegangan jatuh pada suatu segmen sebanding dengan arus.

 

Persamaan tersebut, dengan kualifikasi bahwa R konstan, memberikan pernyataan matematik hukum Ohm.

Untuk material non-ohmik, perbandingan  bergantung pada arus, sehingga arus tidak sebanding dengan beda potensial. Untuk non-ohmik, resistansi R, bergantung pada arus I.

Ada sebuah grafik yang menunjukkan beda potensial V terhadap arus I untuk material ohmik dan non-ohmik. Untuk material ohmik (kurva bawah), hubungannya linier, sehingga   tidak bergantung pada I ; tetapi untuk material non-ohmik (kurva atas) hubungannya tidak linier, dan  bergantung pada I. Hukum Ohm bukan hukum fundamental alam seperti hukum Newton atau hukum termodinamika tapi merupakan deskripsi empirik dari sifat yang dimiliki banyak material. (Tipler,2001:141-142)

 

  1. D.    DATA HASIL PENGAMATAN

 

Dari percobaan yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut:

 

  1. Kuat Arus Tetap

No.

I1= 0.025 A

I2= 0.030 A

I3= 0.035A

I4= 0.040 A

I5= 0.045 A

R

V

R

V

R

V

R

V

R

V

(Ohm)

(Volt)

(Ohm)

(Volt)

(Ohm)

(Volt)

(Ohm)

(Volt)

(Ohm)

(Volt)

1

10

0.30

10

0.34

10

0.40

10

0.43

10

0.50

2

20

0.54

20

0.63

20

0.75

20

0.83

20

0.93

3

30

0.80

30

0.97

30

1.10

30

1.24

30

1.40

4

40

1.03

40

1.23

40

1.43

40

1.63

40

 1.82

5

50

1.30

50

1.53

50

1.79

50

2.01

50

2.29

 

*Keterangan: Dalam laporan ini, tanda titik (.) menyatakan koma (,)

 

 

 

 

 

  1. Hambatan Tetap

No.

R1= 10 Ohm

R2= 20 Ohm

R3= 30 Ohm

R4= 40 Ohm

R5= 50 Ohm

I

V

I

V

I

V

I

V

I

V

(Amp)

(Volt)

(Amp)

(Volt)

(Amp)

(Volt)

(Amp)

(Volt)

(Amp)

(Volt)

1

0.025

0.29

0.025

0.52

0.025

0.80

0.025

1.02

0.025

1.29

2

0.030

0.32

0.030

0.64

0.030

0.93

0.030

1.22

0.030

1.51

3

0.035

0.40

0.035

0.73

0.035

1.10

0.035

1.42

0.035

1.79

4

0.040

0.43

0.040

0.85

0.040

1.24

0.040

1.62

0.040

2.00

5

0.045

0.23

0.045

0.97

0.045

1.40

0.045

1.83

0.045

2.29

 

  1. E.     ANALISIS DATA

 

  1. Kuat Arus Tetap

Untuk perhitungan menurut Hukum Ohm, data dianalisis dengan persamaan:

                                          à .

Dengan:

V = tegangan (volt)

I = Kuat Arus Listrik (Ampere)

R= Hambatan (Ohm)

 

 Analisis dengan grafik menunjukkan persamaan y = mx + c. Sehingga, dalam percobaan ini grafik merepresentasikan hubungan antara tegangan, kuat arus, dan hambatan listrik sebagaimana berikut ini:

y = mx + c à V = I R

sehingga V = I R + c, dengan V sebagai ordinat, R sebagai absis, dan I sebagai gradien garis (m) yang dibentuk antara V dengan R.

  1. Untuk kuat Arus 0.025 A

Perhitungan menggunakan Hukum Ohm

No

I1= 0.025 A

R

V

I = V/R

(Ohm)

(Volt)

(Ampere)

1

10

0.3

0.0300

2

20

0.54

0.0270

3

30

0.8

0.0267

4

40

1.03

0.0258

5

50

1.3

0.0260

Jumlah

0.1354

Rata-rata

0.0271

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 0.024x+0.047 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai kuat arus I sebesar 0,024 A

 

  1. Untuk kuat Arus 0.030 A

Perhitungan menggunakan Hukum Ohm

No

I2= 0.030 A

R

V

I=V/R

(Ohm)

(Volt)

(Ampere)

1

10

0.34

0.0340

2

20

0.63

0.0315

3

30

0.97

0.0323

4

40

1.23

0.0308

5

50

1.53

0.0306

Jumlah

0.1592

Rata-rata

0.0318

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 0.029x+0.046 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai kuat arus I sebesar 0,029 A

 

  1. Untuk kuat Arus 0.035 A

Perhitungan menggunakan Hukum Ohm

No

I3= 0.035A

R

V

I=V/R

(Ohm)

(Volt)

(Ampere)

1

10

0.4

0.0400

2

20

0.75

0.0375

3

30

1.1

0.0367

4

40

1.43

0.0358

5

50

1.79

0.0358

Jumlah

0.1857

Rata-rata

0.0371

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 0.034x+0.056 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai kuat arus I sebesar 0,034 A

 

  1. Untuk kuat Arus 0.040 A

Perhitungan menggunakan Hukum Ohm

No

I4= 0.040 A

R

V

I=V/R

(Ohm)

(Volt)

(Ampere)

1

10

0.43

0.0430

2

20

0.83

0.0415

3

30

1.24

0.0413

4

40

1.63

0.0408

5

50

2.01

0.0402

Jumlah

0.2068

Rata-rata

0.0414

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 0.039x+0.04 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai kuat arus I sebesar 0,039 A

 

  1. Untuk kuat Arus 0.045 A

Perhitungan menggunakan Hukum Ohm

No

I5= 0.045 A

R

V

I=V/R

(Ohm)

(Volt)

(Ampere)

1

10

0.5

0.0500

2

20

0.93

0.0465

3

30

1.4

0.0467

4

40

1.82

0.0455

5

50

2.29

0.0458

Jumlah

0.2345

Rata-rata

0.0469

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 0.044x+0.047 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai kuat arus I sebesar 0.044 A

 

  1. Hambatan Tetap

Untuk perhitungan menurut Hukum Ohm, data dianalisis dengan persamaan :

à .

Analisis dengan grafik adalah grafik menunjukkan persamaan y = mx + c. Maka, dalam percobaan ini grafik merepresentasikan hubungan tegangan, kuat arus, dan hambatan listrik sebagai berikut:

y = mx + c à V = R I

sehingga V = R I + c, dengan V sebagai ordinat, I sebagai absis, dan R sebagai gradien garis yang dibentuk antara V dengan I.

  1. Untuk Hambatan R1= 10 Ohm

Perhitungan Menggunakan Hukum Ohm

No

R1= 10 Ohm

I

V

R=V/I

(Amp)

(Volt)

(Ohm)

1

0.025

0.29

11.600

2

0.03

0.32

10.667

3

0.035

0.4

11.429

4

0.04

0.43

10.750

5

0.045

0.5

11.111

Jumlah

55.556

Rata-rata

11.111

 

 

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 10.6x+0.017 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai hambatan R sebesar 10.6 W.

 

  1. Untuk Hambatan R2= 20 Ohm

Perhitungan Menggunakan Hukum Ohm

No

R2= 20 Ohm

I

V

R=V/I

(Amp)

(Volt)

(Ohm)

1

0.025

0.52

20.800

2

0.03

0.64

21.333

3

0.035

0.73

20.857

4

0.04

0.85

21.250

5

0.045

0.97

21.556

Jumlah

105.796

Rata-rata

21.159

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 22.2x-0.035 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai hambatan R sebesar 22.2 W.

  1. Untuk Hambatan R3= 30 Ohm

Perhitungan Menggunakan Hukum Ohm

No

R3= 30 Ohm

I

V

R=V/I

(Amp)

(Volt)

(Ohm)

1

0.025

0.8

32.000

2

0.03

0.93

31.000

3

0.035

1.1

31.429

4

0.04

1.24

31.000

5

0.045

1.4

31.111

Jumlah

156.540

Rata-rata

31.308

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 30.2x+0.037 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai hambatan R sebesar 30.2 W.

  1. Untuk Hambatan R4= 40 Ohm

Perhitungan Menggunakan Hukum Ohm

No

R4= 40 Ohm

I

V

R=V/I

(Amp)

(Volt)

(Ohm)

1

0.025

1.02

40.800

2

0.03

1.22

40.667

3

0.035

1.42

40.571

4

0.04

1.62

40.500

5

0.045

1.83

40.667

Jumlah

203.205

Rata-rata

40.641

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 40.4x+0.008 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai hambatan R sebesar 40.4 W.

  1. Untuk Hambatan R5= 50 Ohm

Perhitungan Menggunakan Hukum Ohm

No

R5= 50 Ohm

I

V

R=V/I

(Amp)

(Volt)

(Ohm)

1

0.025

1.29

51.600

2

0.03

1.51

50.333

3

0.035

1.79

51.143

4

0.04

2

50.000

5

0.045

2.29

50.889

Jumlah

253.965

Rata-rata

50.793

 

Analisis Grafik

 

Melalui persamaan y = mx + c yang ditunjukkan dengan persamaan y = 49.8x+0.033 sebagaimana pada grafik maka, didapatkan nilai hambatan R sebesar 49.8 W.

  1. F.     PEMBAHASAN

Dalam praktikum yang berjudul “Hukum Ohm” ini, praktikan memiliki empat tujuan. Yaitu, setelah akhir kegiatan ini diharapkan mahasiswa dapat menunjukkan cara pengukuran tegangan listrik, menunjukkan cara pengukuran arus listrik, menginterpretasikan grafik hubungan tegangan dan arus listrik, serta menentukan besar hambatan suatu penghantar.

Ada dua macam percobaan yang dilakukan dalam praktikum ini. Pertama, praktikan membuat rangkaian dengan kuat arus (I) yang dibuat tetap. Artinya, kuat arus berperan sebagai variabel kontrol. Sementara itu, variabel yang digunakan sebagai variabel bebas adalah hambatan (R), sehingga variabel terikatnya adalah tegangan (V). Dengan variasi kuat arus (I) yang dibuat tetap sebanyak lima kali, yaitu 0,025 A; 0,030 A; 0,035 A; 0,040 A; dan 0,45 A. Masing-masing kuat arus tersebut divariasi lagi hambatannya (R), sehingga didapatkan nilai tegangan (V) sebanyak lima pula. Setelah didapatkan data, maka dilakukan perhitungan nilai. Variabel yang dicari nilainya adalah kuat arus (I), untuk membuktikan apakah nilai yang ditunjukkan oleh rangkaian (nilai yang diukur secara langsung)  telah sesuai dengan nilai I yang sebenarnya. Perhitungan dilakukan dengan dua cara, yaitu dengan metode perhitungan dan metode analisis grafik.

Metode perhitungan didapatkan dengan menerapkan hukum Ohm. Sesuai dengan teori, berlaku hukum Ohm:

 

Sehingga, untuk mencari besarnya nilai kuat arus (I), persamaan tersebut menjadi

 

            Dengan:           I  = kuat arus listrik (Ampere)

                                    V = Tegangan (Volt)

                                    R = Hambatan (Ohm)

Sedangkan metode grafik didapatkan dengan bantuan Microsoft excel, yang pada umunya berlaku persamaan matematis, yaitu persamaan linier   . Grafik tersebut merepresentasikan hubungan antara hambatan (R) sebagai variabel bebas dan tegangan (V) yang kemudian menghasilkan nilai kuat arus listrik (I).

y = mx + c à V = I R

Pada persamaan  V = I R + c, dengan V sebagai ordinat , R sebagai absis, dan I sebagai gradien garis (m) yang dibentuk antara V dengan R. Kemudian dihitung gradien garis pada grafik tersebut untuk mendapatkan nilai I1, yaitu dengan . Hasil I1 sebesar 0,024 A. Nilai I1 yang didapatkan dari dua analisis tersebut dibandingkan. Analisis yang sama dilakukan pula terhadap data-data pada I2 sampai I5.

Dari hasil perhitungan dan analisis grafik, didapatkan besarnya nilai kuat arus (I) sebagai berikut.

No

Kuat Arus (I)       [satuan: Ampere]

Pengukuran langsung

Perhitungan

Analisis Grafik

1

0.025

0.0271

0,024

2

0.030

0.0318

0,029

3

0.035

0.0371

0,034

4

0.040

0.0414

0,039

5

0.045

0.0469

0.044

 

Praktikum yang kedua, yaitu variabel yang dibiarkan tetap adalah hambatannya (R), sehingga hambatan menjadi variabel kontrol. Sementara itu variabel yang diubah-ubah nilainya atau variabel bebas adalah kuat arus (I) dan variabel terikatnya adalah tegangan (V). Hambatan yang digunakan adalah lima, yaitu 10 Ohm; 20 Ohm, 30 Ohm; 40 Ohm; dan 50 Ohm. Sedangkan untuk masing-masing hambatan (R), divariasi besar kuat arusnya, yaitu 25 A; 30 A, 35 A, 40 A, dan 45 A, sehingga masing-masing hambatan didapatkan lima nilai kuat arus.

Sama seperti praktikum yang pertama, ada dua metode yang digunakan untuk mencari besarnya nilai hambatan (R) yang terukur, yaitu dengan metode perhitungan dan metode analisis grafik.

Metode perhitungan didapatkan berdasarkan hukum Ohm yang telah disampaikan dalam dasar teori. Pada hukum Ohm berlaku persamaan

 

Dengan:

R = hambatan (Ohm)

V= tegangan (Volt)

I = kuat arus (Ampere)

Dari hasil yang didapatkan, untuk masing-masing hambatan (R) akan didapatkan lima nilai hambatan yang baru dari hasil perhitungan. Nilai tersebut dihitung rata-ratanya.

Sedangkan pada metode grafik, nilai kuat arus dan dan tegangan dari hasil percobaan digambarkan dalam sebuah grafik yang merepresentasikan hubungan kedua variable tersebut. Grafik menunjukkan persamaan linier . Maka, dalam percobaan ini grafik merepresentasikan hubungan tegangan, kuat arus, dan hambatan listrik sebagai berikut:

y = mx + c à V = R I

 

sehingga V = R I + c, dengan V sebagai ordinat, I sebagai absis, dan R sebagai gradien garis yang dibentuk antara V dengan I. Kemudian dihitung gradient garis pada grafik tersebut untuk mendapatkan nilai R1, yaitu dengan . Hasilnya R1 sebesar 1  ohm. Nilai R1 yang didapatkan dari dua analisis tersebut dibandingkan dengan nilai R1 yang digunakan. Analisis yang sama dilakukan pula terhadap data-data pada R2 sampai R5.

 

            Dari pengukuran langsung, metode perhitungan, dan analisis grafik didapatkan hasil sebagai berikut untuk dibandingkan.

 

 

No

Hambatan (R)    [satuan= Ohm ; ]

Pengukuran langsung

Perhitungan

Metode grafik

1

10

11.111

10.6

2

20

21.159

22.2

3

30

31.308

30.2

4

40

40.641

40.4

5

50

50.793

49.8

 

            Berdasarkan hasil praktikum yang dapat dibandingkan lewat tabel, didapatkan perbedaan atau selisih nilai antara hasil dari pengukuran langsung atau hasil yang ditetapkan dengan hasil perhitungan menggunakan rumus hukum Ohm serta metode analisis grafik. Walaupun terdapat perbedaan, selisih tersebut bernilai kecil sehingga masih dapat disamakan. Perbedaan-perbedaan tersebut disebabkan oleh beberapa hal, yang dalam sebuah praktikum disebut sebagai faktor ralat. Beberapa faktor ralat yang dapat memengaruhi hasil pengukuran dalam praktikum “Hukum Ohm” ini adalah sebagai berikut.

 

  1. Subjek/Praktikan

Dalam melakukan praktikum, kondisi praktikan sangat memengaruhi. Misalnya, ketelitian membaca angka yang tertera pada alat ukur. Pada praktikum ini, hanya satu praktikan yang mengamati nilai yang tertera pada alat ukur.

 

  1. Objek dan Alat yang digunakan

Adanya salah pengkalibrasian alat ukur turut menyebabkan ralat. Alat ukur yang digunakan dalam percobaan ini adalah  voltmeter dan amperemeter. Selain itu, adanya baterai yang digunakan sebagai sumber tegangan juga menjadi faktor ralat, karena praktikan tidak mengetahui apakah baterai yang digunakan adalah baterai baru atau baterai yang sudah digunakan berkali-kali sehingga dayanya berkurang dan kerjanya kurang optimal.

Pada praktikum yang telah dilakukan, rangkaian pada pengukuran kuat arus (I) berbeda dengan rangkaian pada saat pengukuran beda potensial atau tegangan (V). Kuat arus (I) diukur dengan menggunakan amperemeter dengan rangkaian seri, sedangkan tegangan (V) diukur menggunakan voltmeter dengan rangkaian paralel.

Arus listrik memiliki perpindahan arah alir, yaitu mengalir dari daerah yang memiliki potensial tinggi menuju potensial rendah. Oleh karena itu, arus listrik (I) termasuk dalam besaran vektor.  Sedangkan kuat arus listrik tidak memiliki arah, sehingga termasuk dalam besaran skalar. Kuat arus diukur dengan menggunakan amperemeter pada rangkaian yang disusun secara seri atau berurutan. Mengapa harus seri,  amperemeter mempunyai hambatan yang jauh lebih kecil daripada rangkaian, sehingga ketika dipasang secara seri dengan rangkaian arus yang terukur adalah arus yang mengalir pada rangkaian saat keadaan normal. Sedangkan voltmeter memiliki hambatan yang sangat besar (jauh lebih besar daripada hambatan rangkaian), saat dihubungkan secara paralel dengan rangkaian, maka hampir semua arus akan mengalir lewat rangkaian sehingga tegangan yang terukur merupakan tegangan antara dua titik pada kondisi normal.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  1. G.    KESIMPULAN

Berdasarkan praktikum yang telah praktikan lakukan, dapat disimpulkan beberapa hal sebagai berikut.

  1. Tegangan listrik (V) dengan satuan volt, dapat diukur dengan menggunakan voltmeter pada rangkaian yang disusun secara paralel.
  2. Arus listrik (I) dengan satuan Ampere, dapat diukur dengan menggunakan Amperemeter pada rangkaian yang disusun secara seri.
  3. Grafik hubungan antara tegangan (V) dan arus listrik (I) dapat dinyatakan dengan persamaan  yang setara dengan , sehingga menghasilkan persamaan  , dengan I yang merupakan variabel bebas sebagai absis (x) dan V yang merupakan variabel terikat sebagai ordinat (y), serta R sebagai gradien garis yang dibentuk antara V dengan I dengan persamaan
  4. Besar hambatan pada suatu penghantar pada praktikum didapatkan dengan dua metode, yaitu metode perhitungan hukum Ohm, yaitu menggunakan rumus  dan menggunakan metode analisis grafik. Berdasarkan hal tersebut, diperoleh hasil sebagai berikut.

No

Kuat Arus (I)       [satuan: Ampere]

Pengukuran langsung

Perhitungan

Analisis Grafik

1

0.025

0.0271

0,024

2

0.030

0.0318

0,029

3

0.035

0.0371

0,034

4

0.040

0.0414

0,039

5

0.045

0.0469

0.044

 

Sedangkan kuat arus (I) dari kedua metode tersebut mendapatkan hasil sebagai berikut.

No

Kuat Arus (I)       [satuan: Ampere]

Pengukuran langsung

Perhitungan

Analisis Grafik

1

0.025

0.0271

0,024

2

0.030

0.0318

0,029

3

0.035

0.0371

0,034

4

0.040

0.0414

0,039

5

0.045

0.0469

0.044

 

 

 

 

 

 

  1. H.    DAFTAR PUSTAKA

 

Hayt, Jr, William H, dkk. 2005. Rangkaian Listrik Jilid 1. Jakarta: Erlangga

Tim Fisika Dasar. 2012. Modul Praktikum Pengantar Listrik Magnet dan Optika. Yogyakarta : FMIPA UNY

Tipler, A. Paul. 2001. FISIKA Untuk Sains dan Teknik Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Ganawati, Dewi. 2011. Listrik Dinamis. Diakses dari alamat http://www.crayonpedia.org/mw/LISTRIK_DINAMIS_9.1_DEWI_GANAWATI pada hari Minggu, 8 April 2012 pukul 23.59 WIB

_________.2011. Mbah FisikaAsyik Answer. Diakses dari alamat http://www.facebook.com/note.php?note_id=111262971459 pada hari Senin, 9 April 2012 pukul 00.29 WIB

 

                                                           

Yogyakarta, 9 April 2012

                                                                                    Praktikan,

 

                                                                       

 

                                                                               Rizki Ageng Mardikawati

Aku Mahasiswa Fisika, Seharusnya Aku….

Aku Mahasiswa Fisika,

Seharusnya Aku lebih banyak membaca tentang mekanika,

Tapi, Novel Negeri Lima Menara tampak lebih menarik untuk dibaca.

 

Aku Mahasiswa Fisika,

Seharusnya Aku lebih sering menggambar garis-garis gaya,

Namun menggambar kartun tampak lebih asyik di depan mata.

 

Aku Mahasiswa Fisika,

Di Gramedia, seharusnya Aku lebih antusias mencari buku tentang matematika fisika

Namun apa daya, deretan kisah motivasi terasa lebih menggoda

 

Aku Mahasiswa Fisika,

Seharusnya aku lebih banyak menghabiskan waktuku dengan mengutak-atik rumus kekekalan Energi,

Namun, bercanda dan berbagi dengan teman dikost terasa lebih berarti

 

Aku Mahasiswa Fisika,

Seharusnya aku lebih banyak menulis tentang gaya gravitasi,

Tapi jari jemari ini lebih lincah untuk menuliskan isi hati ke dalam diary

 

Aku Mahasiswa Fisika,

Seharusnya aku banyak mengoleksi buku tentang alat ukur listrik

Namun deretan komik Conan di rak belajar terkesan lebih menarik

Aku Mahasiswa Fisika,

Seharusnya Aku terlonjak-lonjak gembira ketika mengerjakan soal tentang magnet,

Namun bermain game di laptop terasa lebih menantang dan menbuat terkaget-kaget.

 

Aku Mahasiswa Fisika,

Saat mengamati serombongan semut, Seharusnya Aku lebih memikirkan tentang proses Fisika apa yang sedang mereka lakukan

Namun aku lebih tertarik melihat kehangatan, cinta, kerjasama, dan kesetiakawanan yang mereka bangun dan terapkan

 

Aku Mahasiswa Fisika,

Saat ada isu badai matahari, seharusnya aku meneliti apa yang sebenarnya terjadi

Namun aku lebih berkutat pada perasaan hati yang was-was tentang apa yang nanti akan terjadi..

 

Aku Mahasiswa Fisika,

Seharusnya Aku…

 

*Tapi aku senang kok, jadi diriku sendiri😀

 

 

Alhamdulillah, Renungan Pagi: Selama ini, apa sih yang aku pelajari?

11.07 @Markas Inspirasi

Edogawa Rizki

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.